Kamis, 19 April 2012

BUMI DAN TATA SURYA



          Bumi merupakan bola padat yang bergerak di angkasa dengan kecepatan mencapai 3000 meter per detik. Bumi terdiri atas lautan dan daratan dengan luas lautan mencapai 70% dari seluruh permukaan bumi, sedangkan 30% daratan yang berupa daratan, gunung dan lembah. Bumi dilingkupi oleh lapisan atmosfer yang mencapai 700 kilometer dari permukaan bumi. Atmosfer melindungi bumi dari benda-benda angkasa yang jatuh menimpa bumi dan melindungi bumi dari sengatan sinar matahari.

Peristiwa Rotasi Bumi

    Bumi Berotasi
Bumi secara terus-menerus melakukan gerak berputar-putar. Perputaran bumi tidak mirip dengan gerak berputarnya gangsing yang berputar secara tegak lurus. Arah gerak bumi agak condong ke satu sisi. Jika dilihat dari angkasa dan melihat bumi dari sisinya, maka bumi akan tampak bergerak dari kiri ke kanan. Dan jika dilihat dari atas kutub utara bumi, bumi akan terlihat bergerak berlawanan dengan arah jarum jam. 


 

    Akibat Rotasi Bumi

a)    Gerak Semu Harian Bintang

Bintang-bintang (termasuk matahari) yang teampak bergerak sebenarnya tidak bergerak. Akibat rotasi bumi dari arah abrat ke timur, bintang-bintang tersebut tampak bergerak dari timur ke barat. Pergerakan dari timur ke barat yang tampak pada amtahari dan benda-benda langit ini dinamakan gerak semu harian bintang. Waktu yang diperlukan bintang untk menempuh lintasan peredaran semunya adalah 23 jam 56 menit atau satu hari bintang.

b)    Pergantian Siang dan Malam

Permukaan bumi yang menghadap matahari mengalami siang. Sebaliknya permukaan bumi yang membelakangi matahari mengalami malam. Ini adalah peristiwa pergantian siang dan malam. Karena periode peredaran semu harian matahari 24 jam, maka panjang siang dan malam rata-rata 12 jam. Panjang periode siang atau malam hari di khatulistiwa hamper sama sepanjang tahun, yaitu berlangsung selama 12 jam. Perbedaan ini menjadi jauh lebih besar untuk tempat-tempat yang jauh dari khatulistiwa (misalnya daerah lintang dan kutub).

c)     Perbedaan Waktu Berbagai Tempat di Muka Bumi

Seluruh permukaan bumi dibagi menurut jaring-jaring derajat. Jaring-jaring derajat itu dinamakan agris lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis yang sejajar dengan garis tengah khatulistiwa, sedang garis bujur adalah garis yang sejajar dengan garis tengah kutub. Arah rotasi bumi sama dengan arah revolusinya yaitu dari barat ke timur.
Garis 0o ditetapkan sebagai garis yang melewati kota Greenwich di London, Inggris. Setiap tempat yang berbeda 1o memiliki perbedaan waktu 4 menit. Diperoleh dari:
Periode rotasi bumi          = 24 jam
Sekali berotasi         = 360o
Sehingga setiap 1o  = 4 menit atau 1 jam = 15o
Sebagai contoh Indonesia memiliki tiga bujur standar yaitu 105o, 120o, 135o Bujur Timur, dengan demikian waktu lokalnya berturut-turut adalah waktu Greenwich ditambah 7 jam, 8 jam, dan 9 jam. Jika letak bujur standar itu di sebelah barat bujur nol, maka waktunya dikurangi, dan jika letak bujur standar itu di sebelah timur bujur nol, maka waktunya bertambah .

Berdasarkan daerah bujur tersebut Indonesia terdapat tiga daerah waktu uaitu:
(1) Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB
Meliputi Jawa, Sumatera, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah
(2) Waktu Indonesia Bagian tengah (WITA)
Meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Sulawesi, dan Nusa Tenggara
(3) Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT)
Meliputi Maluku dan papua

d)    Pembelokkan Arah Angin

Akibat rotasi bumi menyebabkan timbulnya gaya Corolis. Gaya tersebut mengakibatkan terjadinya pembelokkan arah angin. Di belahan bumi utara (BBU) gaya Corolis menyebabkan angin dibelokkan ke kanan dan pada bumi belahan selatan angin dibelokkan ke kiri. Gaya Corolis semakin bertambah dengan bertambahnya lintang tempat. Angin di daerah khatulistiwa tidak mengalami permbelokkan arah karena gaya Corolis di khatulistiwa tidak ada atau mendekati nol.
Hukum Boys Ballot tentang perubahan arah angin menyatakan:
(1) Udara bergerak dari daerah yang memiliki teakan tinggi menuju ke daerah yang memiliki tekanan  rendah.
(2) Di belahan bumi utara angin membelok ke kanan dan di belahan bumi selatan angin membelok ke kiri.

e)    Pembelokkan Arus Laut

Pergerakan arus laut dipengaruhi oleh angin. Karena arah angin mengalami pembelokkan akibat rotasi bumi, arus laut juga mengalami pembelokkan. Laut pada belahan bumi utara mengalami pembelokkan kea rah kanan atau searah putaran jarum jam. Sedangkan laut pada belahan bumi selatan berbelok kea rah kiri atau berlawanan arah putaran jarum jam.

f)      Perbedaan Percepatan Gravitasi di Permukaan Bumi

Rotasi bumi juga menyebabkan penggembungan di khatulistiwa dan pemampatan di kedua kutub bumi. Karena percepatan gravitasi berbanding terbalik dengan kuadrat jari-jari, maka percepatan gravitasi tempat-tempat di kutub lebih besar daripada di sekitar khatulistiwa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Slider

Postingan Populer

Nav menu