BUMI
DAN TATA SURYA
Bumi merupakan bola padat yang bergerak di angkasa
dengan kecepatan mencapai 3000 meter per detik. Bumi terdiri atas lautan dan
daratan dengan luas lautan mencapai 70% dari seluruh permukaan bumi, sedangkan
30% daratan yang berupa daratan, gunung dan lembah. Bumi dilingkupi oleh
lapisan atmosfer yang mencapai 700 kilometer dari permukaan bumi. Atmosfer
melindungi bumi dari benda-benda angkasa yang jatuh menimpa bumi dan melindungi
bumi dari sengatan sinar matahari.
Peristiwa Rotasi Bumi
Bumi Berotasi
Bumi secara terus-menerus melakukan gerak
berputar-putar. Perputaran bumi tidak mirip dengan gerak berputarnya gangsing
yang berputar secara tegak lurus. Arah gerak bumi agak condong ke satu sisi.
Jika dilihat dari angkasa dan melihat bumi dari sisinya, maka bumi akan tampak
bergerak dari kiri ke kanan. Dan jika dilihat dari atas kutub utara bumi, bumi
akan terlihat bergerak berlawanan dengan arah jarum jam.
Akibat Rotasi Bumi
Akibat Rotasi Bumi
a) Gerak Semu
Harian Bintang
Bintang-bintang
(termasuk matahari) yang teampak bergerak sebenarnya tidak bergerak. Akibat
rotasi bumi dari arah abrat ke timur, bintang-bintang tersebut tampak bergerak
dari timur ke barat. Pergerakan dari timur ke barat yang tampak pada amtahari
dan benda-benda langit ini dinamakan gerak semu harian bintang. Waktu yang
diperlukan bintang untk menempuh lintasan peredaran semunya adalah 23 jam 56
menit atau satu hari bintang.
b) Pergantian
Siang dan Malam
Permukaan bumi yang
menghadap matahari mengalami siang. Sebaliknya permukaan bumi yang membelakangi
matahari mengalami malam. Ini adalah peristiwa pergantian siang dan malam.
Karena periode peredaran semu harian matahari 24 jam, maka panjang siang dan
malam rata-rata 12 jam. Panjang periode siang atau malam hari di khatulistiwa
hamper sama sepanjang tahun, yaitu berlangsung selama 12 jam. Perbedaan ini
menjadi jauh lebih besar untuk tempat-tempat yang jauh dari khatulistiwa
(misalnya daerah lintang dan kutub).
c) Perbedaan
Waktu Berbagai Tempat di Muka Bumi
Seluruh permukaan bumi
dibagi menurut jaring-jaring derajat. Jaring-jaring derajat itu dinamakan agris
lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis yang sejajar dengan garis
tengah khatulistiwa, sedang garis bujur adalah garis yang sejajar dengan garis
tengah kutub. Arah rotasi bumi sama dengan arah revolusinya yaitu dari barat ke
timur.
Garis 0o ditetapkan
sebagai garis yang melewati kota Greenwich di London, Inggris. Setiap tempat
yang berbeda 1o memiliki perbedaan waktu 4 menit. Diperoleh dari:
Periode rotasi bumi = 24 jam
Sekali berotasi = 360o
Sehingga setiap 1o = 4 menit atau 1 jam = 15o
Sebagai contoh
Indonesia memiliki tiga bujur standar yaitu 105o, 120o,
135o Bujur Timur, dengan demikian waktu lokalnya berturut-turut
adalah waktu Greenwich ditambah 7 jam, 8 jam, dan 9 jam. Jika letak bujur
standar itu di sebelah barat bujur nol, maka waktunya dikurangi, dan jika letak
bujur standar itu di sebelah timur bujur nol, maka waktunya bertambah .
Berdasarkan daerah
bujur tersebut Indonesia terdapat tiga daerah waktu uaitu:
(1) Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB
Meliputi Jawa,
Sumatera, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah
(2) Waktu Indonesia Bagian tengah (WITA)
Meliputi Kalimantan
Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Sulawesi, dan Nusa Tenggara
(3) Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT)
Meliputi Maluku dan
papua
d) Pembelokkan
Arah Angin
Akibat rotasi bumi
menyebabkan timbulnya gaya Corolis. Gaya tersebut mengakibatkan terjadinya pembelokkan
arah angin. Di belahan bumi utara (BBU) gaya Corolis menyebabkan angin
dibelokkan ke kanan dan pada bumi belahan selatan angin dibelokkan ke kiri.
Gaya Corolis semakin bertambah dengan bertambahnya lintang tempat. Angin di
daerah khatulistiwa tidak mengalami permbelokkan arah karena gaya Corolis di
khatulistiwa tidak ada atau mendekati nol.
Hukum Boys Ballot
tentang perubahan arah angin menyatakan:
(1) Udara bergerak dari daerah yang memiliki teakan tinggi
menuju ke daerah yang memiliki tekanan
rendah.
(2) Di belahan bumi utara angin membelok ke kanan dan di
belahan bumi selatan angin membelok ke kiri.
e) Pembelokkan
Arus Laut
Pergerakan arus laut
dipengaruhi oleh angin. Karena arah angin mengalami pembelokkan akibat rotasi
bumi, arus laut juga mengalami pembelokkan. Laut pada belahan bumi utara
mengalami pembelokkan kea rah kanan atau searah putaran jarum jam. Sedangkan
laut pada belahan bumi selatan berbelok kea rah kiri atau berlawanan arah
putaran jarum jam.
f) Perbedaan
Percepatan Gravitasi di Permukaan Bumi
Rotasi bumi juga menyebabkan
penggembungan di khatulistiwa dan pemampatan di kedua kutub bumi. Karena
percepatan gravitasi berbanding terbalik dengan kuadrat jari-jari, maka
percepatan gravitasi tempat-tempat di kutub lebih besar daripada di sekitar
khatulistiwa.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar